Sukses di Indonesian Grand Prix 2025, Rifat Dapat Modal Bagus Menuju Asian Youth Games 2025

Jakarta- Atlet berkuda dari Equinara Horse Sport Teuku Rifat Renanda Harsya (16 tahun) kembali membuktikan diri sebagai calon bintang besar Indonesia INITOGEL dengan tampil konsisten pada penyelenggaraan FEI CSIW 1* League Final Indonesian Grand Prix 2025 yang digelar di Arthayasa Stable, Depok, Jawa Barat.

Dalam dua hari keikutsertaan Teuku Rifat Renanda Harsya di ajang tersebut yakni 5-6 Juli 2025, remaja yang akrab disapa Rifat itu sukses mencatatkan clear round atau alias menyelesaikan lomba tanpa melakukan kesalahan sedikit pun di semua kelas 130 Cm.

Untuk diketahui kelas 130 Cm ini adalah kelas paling bergengsi dan tertinggi lompatannya dengan teknis paling sulit di kompetisi ini.

“Sabtu kemarin di Indonesia Grand Prix 130 Cm dapat perunggu (peringkat ketiga). Dan hari ini saya juga clear round dan ada jump off juga itu saya clear round juga dan mendapatkan medali perak (peringkat kedua),” kata Rifat kepada wartawan, Minggu (6/7/2025).

Rifat mengaku fokus bertanding pada kelas 130 Cm dengan lawan-lawan yang tidak mudah. Ia pun tak gentar meski menghadapi para senior-senior rider.

“Saya fokus ke diri sendiri dan memberikan yang terbaik pada saat pemanasan dan di dalam arena tanding,” tutur Rifat.

Fokus Rifat

Bukan tanpa alasan Rifat konsisten bertanding pada kelas 130 Cm, hal tersebut sebagai persiapan menghadapi Asian Youth Games 2025 yang akan digelar di Bahrain pada tanggal 25 sampai 31 Oktober 2025 mendatang.

Dalam latihan, ia selalu memfokuskan berlatih di kelas 130 Cm. Rifat mengaku juga tidak ingin menunggangi kuda terlalu banyak demi mengutamakan kualitas daripada kuantitas selama persiapan Asian Youth Games nanti.

Latihan Keras Rifat

“Mungkin bisa saya katakan strategi latihan tidak digeber lagi tapi bisa lebih konsisten. Kompetisi nanti di Asian Youth Games tinggi rintangan tidak setinggi Grand Prix 130 cm. Nanti di tinggi rintangan 110 cm untuk kelas tim dan 120 cm untuk kelas individu. Karena kan sekarang saya sudah bertanding di kelas 130 Cm yang cukup teknis dan presisi tinggi, mungkin di latihan dan pertandingan tetap di kelas tersebut (130 Cm) supaya saat tanding (Asian Youth Games) nanti sudah terbiasa di kelas yang lebih rendah,” ujarnya.

“Tapi jangan naikin kuda yang terlalu banyak, agar bisa tetap jaga stamina badan saya. Jadi saya mau lebih ke kualitas daripada kuantitasnya,” tambahnya.

Sumber : Kompas88.id