Seorang Wartawan Kena Gas Air Mata saat Liputan Demo Bupati Pati, Begini Kondisinya

Jakarta Seorang wartawan bernama Lilik Yuliantoro lemas karena terkena efek gas air mata, saat melakukan liputan demonstrasi dengan INITOGEL agenda tuntutan pelengseran Bupati Pati Sudewo, Rabu (13/8).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Liputan6.com di lokasi, korban awalnya berada di kerumunan massa. Saat kericuhan terjadi, petugas menembakkan gas air mata. Kondisi tidak kerkendali, tas yang dikenakan korban tertarik kerumuman hingga menjerat leher.

“Lilik saat ini sudah dalam kondisi sadar namun masih lemas karena efek gas air mata,” bunyi keterangan tertulis dari Tuturpedia.com.

Kabar terbaru yang diterima redaksi, Lilik Yuliantoro sudah dalam penanganan medis di RSUD Suwondo, Pati.

Beberapa informasi yang beredar mengabarkan Lilik meninggal dunia hingga saat ini dapat dipastikan pastikan hoaks. Saat ini, tim Tuturpedia.com tengah menuju lokasi.

Bupati Sudewo Muncul

Sudewo akhirnya muncul di tengah-tengah demonstran. Dia mengenakan pakaian putih, berkaca mata hitam dan berpeci. Sudewo naik mobil taktis Brimob menghampiri para demonstran.

Massa menghujani Sudewo dengan lemparan berbagai benda, termasuk sandal dan botol air mineral. Sambil dilindungi dengan tameng polisi, Sudewo menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya mohon maaf sebesar-besarnya,” kata Sudewo dari atas mobil Brimob.

Tidak banyak kata yang dia sampaikan. Usai meminta maaf, Sudewo mengatakan akan berbuat lebih baik lagi.

“Saya akan berbuat yang lebih baik,” lanjutnya.

5 Tuntutan Demonstran

Pantauan di lokasi, satu mobil dinas Polres Grobogan dikabarkan dibakar massa. Kericuhan ini meluas. Sebelumnya, emak-emak sambil bawa anak juga ikut demo. Mereka mengira demo di Pendopo Kabupaten Pati tersebut berlangsung damai. Saat kepanikan terjadi, banyak balita dan anak-anak pingsan.

Ahmad Husen selaku inisiator dan Syaiful Ayubi sebagai orator demo Pati tersebut menyatakan bahwa Bupati Pati Sudewo perlu dilengserkan dari jabatannya karena dinilai bersikap arogan. Warga juga diajak bertahan hingga malam hari sebelum tuntutannya mendapat respons dari pemerintah.

Berikut 5 tuntutan massa demonstrasi di Pati:

1. Menuntut Bupati Sudewo mundur dari jabatan2. Menolak penerapan lima hari sekolah3. Menolak renovasi Alun-alun Pati dengan anggaran Rp2 miliar4. Menolak pembongkaran total Masjid Alun-alun Pati yang bersejarah5. Menolak proyek videotron senilai Rp1,39 miliar.

Sumber : Kompas88.id