Film Horor Lokal Terbaru 2025: Abadi Nan Jaya, Kombinasi Zombie dan Budaya Nusantara

Film Horor Lokal Terbaru 2025: Abadi Nan Jaya, Kombinasi Zombie dan Budaya Nusantara

LIGA335 – Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan karya segar dengan munculnya film Abadi Nan Jaya. Disutradarai oleh Kimo Stamboel dan tayang eksklusif di Netflix, film ini mengusung tema zombie dengan sentuhan lokal yang unik. Dengan durasi 111 menit, penonton akan dibawa merasakan berbagai emosi mulai dari sedih, bahagia, menegangkan, hingga humor yang ringan, membuat pengalaman menonton semakin lengkap.

Apa yang membedakan Abadi Nan Jaya dari film zombie lainnya adalah perpaduan cerita horor dengan budaya Indonesia. Unsur lokal, seperti jamu dan tradisi khas, dikemas rapi dalam alur cerita, sehingga penonton bisa merasakan nuansa Indonesia yang kental meski dalam kisah zombie yang biasanya lebih dikenal dari film-film luar negeri.

Alur Cerita & Karakter

Abadi Nan Jaya bercerita tentang seseorang yang berusaha tetap awet muda, namun ambisinya justru membawa malapetaka. Selain itu, film ini menyoroti dinamika dan konflik keluarga yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Film ini dibintangi oleh aktor dan aktris papan atas Indonesia, yaitu Donny Damara sebagai Dimin, Eva Celia sebagai Karina, Mikha Tambayong sebagai Kanes, Dimas Anggara sebagai Rudi, dan Marthino Lio sebagai Bambang. Setiap pemeran sukses menampilkan kepribadian karakter dengan apik, menambah kedalaman cerita.

1. Inspirasi dari Tanaman Kantong Semar

Salah satu daya tarik unik Abadi Nan Jaya adalah konsep zombie yang terinspirasi dari tanaman kantong semar. Menurut Astrid Sambudiono, Special Makeup Effect Film, karakter zombie memiliki detail urat-urat yang menyerupai tanaman kantong semar, memberikan kesan organik dan berbeda dari zombie pada umumnya.

“Zombie-zombie ini terinspirasi dari tanaman kantong semar, detail urat-uratnya referensinya kantong semar,” jelas Astrid Sambudiono saat konferensi pers di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (22/10/2025).

2. Unsur Lokal dari Jamu Hingga Sunatan

Kimo Stamboel menegaskan bahwa Abadi Nan Jaya hadir untuk memperkenalkan zombie Indonesia ke dunia internasional lewat Netflix, sekaligus menonjolkan kekayaan budaya lokal. Film ini menampilkan pedesaan Indonesia, musik dangdut, acara sunatan, petasan, toa masjid, jamu tradisional, hingga humor khas lokal yang segar.

“Saya mikir, apa lokalitas yang bisa kita coba masukin, memperkenalkan ke dunia, salah satunya ya itu, syuting di pedesaan, ada dangdutnya, dan juga acara sunatan,” ujar Kimo Stamboel.

3. Workshop Khusus untuk Para Zombie

Menjadi zombie di film ini tidaklah mudah. Para aktor harus mengikuti workshop khusus selama tiga bulan untuk memastikan gerakan mereka realistis dan konsisten. Setiap gigitan dan interaksi zombie memerlukan koordinasi yang matang agar tampil meyakinkan di layar.

“Kita diberi waktu tiga bulan supaya gerakan kita lebih matang, bahkan ada workshop khusus untuk jatuh agar tidak injure,” kata Eva Celia saat konferensi pers.

Dengan kombinasi horor, budaya lokal, dan kualitas produksi tinggi, Abadi Nan Jaya siap menjadi tontonan wajib bagi penggemar film Indonesia dan pecinta genre zombie.

Sumber: kompas88.id