INITOGEL – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini merilis laporan terbaru yang mengungkap fakta mengkhawatirkan: angka penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes, hipertensi, dan kanker terus meningkat tajam di kawasan Asia Tenggara. Laporan ini menyoroti perubahan gaya hidup, pola makan tidak sehat, serta kurangnya aktivitas fisik sebagai faktor utama pendorong tren ini.
Penyakit Tidak Menular: Ancaman Sunyi yang Kian Nyata
Penyakit tidak menular berbeda dengan penyakit menular seperti flu atau COVID-19. PTM berkembang secara perlahan dan sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Menurut data WHO, lebih dari 70% kematian di Asia Tenggara kini disebabkan oleh penyakit tidak menular, angka yang meningkat signifikan dibanding satu dekade lalu.
Beberapa penyakit yang paling sering ditemukan meliputi:
-
Penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular)
-
Diabetes mellitus tipe 2
-
Kanker
-
Gangguan pernapasan kronis
-
Masalah mental dan neurologis
Faktor Penyebab Utama Kenaikan Kasus PTM
Menurut WHO, penyebab utama peningkatan PTM di Asia Tenggara antara lain:
-
Pola makan tinggi gula dan lemak
Banyak masyarakat yang kini lebih sering mengonsumsi makanan cepat saji, minuman manis, dan makanan olahan. -
Kurangnya aktivitas fisik
Perubahan gaya hidup modern membuat banyak orang lebih sering duduk di depan layar ketimbang bergerak aktif. -
Konsumsi tembakau dan alkohol
Kedua faktor ini tetap menjadi kontributor besar terhadap penyakit jantung, paru, dan kanker. -
Stres dan gangguan tidur
Tekanan hidup di kota besar memicu stres kronis yang berdampak langsung pada kesehatan tubuh dan mental.
Indonesia Termasuk Negara dengan Risiko Tinggi
Dalam laporan WHO, Indonesia termasuk dalam lima besar negara dengan peningkatan signifikan kasus PTM di Asia Tenggara. Kemenkes RI menyebutkan bahwa lebih dari 10 juta warga Indonesia kini hidup dengan diabetes, dan kasus hipertensi meningkat hingga 30% dalam lima tahun terakhir.
Faktor urbanisasi cepat, kebiasaan merokok, serta rendahnya kesadaran akan pemeriksaan kesehatan rutin menjadi tantangan besar bagi pemerintah.
Upaya WHO dan Pemerintah Daerah
WHO mendorong negara-negara di Asia Tenggara untuk memperkuat program pencegahan berbasis masyarakat, seperti:
-
Edukasi gizi seimbang di sekolah dan tempat kerja
-
Peningkatan akses terhadap layanan kesehatan primer
-
Kampanye “Move for Health” untuk mendorong aktivitas fisik
-
Pengendalian iklan produk tinggi gula dan tembakau
Di Indonesia, Kementerian Kesehatan telah meluncurkan program “GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat)” yang fokus pada tiga pilar utama: aktivitas fisik, konsumsi buah dan sayur, serta pemeriksaan kesehatan berkala.
Pencegahan Dimulai dari Diri Sendiri
Meskipun kebijakan publik sangat penting, perubahan nyata dimulai dari diri sendiri. Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:
-
Mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak
-
Meluangkan waktu 30 menit sehari untuk berolahraga
-
Tidur cukup dan mengelola stres
-
Tidak merokok dan menghindari alkohol
-
Melakukan cek kesehatan rutin setiap 6 bulan
Laporan WHO menjadi peringatan keras bagi seluruh negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, untuk mengambil langkah serius dalam menekan laju penyakit tidak menular.
Tanpa intervensi nyata, beban kesehatan dan ekonomi akan terus meningkat. Namun, dengan kesadaran masyarakat dan kebijakan yang konsisten, masa depan kesehatan regional masih dapat diperbaiki